Jumat, 22 Maret 2013

Iran Menciptakan Senjata Jenis Baru?


Rudal Fateh-110 Iran
Mengapa sebuah negara membutuhkan angkatan bersenjata? Salah satu dan yang paling pokok adalah untuk melindungi/membela warganya dari serangan potensial negara lain. Jadi, sudah merupakan hal yang wajar jika sebuah negara berusaha meningkatkan kekuatan militernya dengan menciptakan persenjataan baru. Lalu mengapa perkembangan militer Iran menjadi perhatian besar masyarakat internasional? Bukankah semua negara berhak dan selayaknya mengembangkan kemampuan militernya? Mengapa seluruh dunia (terutama AS) begitu mengikuti langkah demi langkah perkembangan militer Republik Islam ini?

Seperti yang dilansir dari kantor berita Iran, Mehr, Iran telah menciptakan sendiri pesawat tak berawak (UAV). Ini merupakan perkembangan terbaru dari teknologi modern. Pesawat tak berawak ini dikabarkan mampu take-off secara vertikal dengan baik. Hingga kini, -jika tidak salah- UAV seperti ini belum pernah diciptakan oleh negara manapun, seperti yang dicatat oleh kepala tim pengembangan proyek Abbas Jam, UAV ini tidak memerlukan landasan dan alat pelontar untuk lepas landas -Mungkin menggunakan tilt rotor layaknya V-22 Osprey AS-.

Prototipe UAV ini telah diuji pada 3 November 2012 lalu di hadapan komando tinggi Iran. Tes lebih lanjut (konferehensif) dari UAV baru ini dijadwalkan tahun depan. Pencapaian teknologi tinggi Iran ini rencananya akan ditampilkan pada publik ketika peringatan hari ulang tahun revolusi Islam Iran ke-34.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan bahwa Iran telah memiliki pesawat tak berawak yang dibuat dengan teknologi terbaru. Menurutnya, militer Iran juga telah mengantongi foto-foto dari wilayah-wilayah rahasia di Israel yang diambil oleh pesawat tak berawak tersebut yang diluncurkan Iran dari Lebanon.

Menurut para analis independen, UAV tersebut dibuat karena kekuatan pertahanan udara Republik Islam Iran telah berhasil menjatuhkan UAV AS pada tahun lalu. Para analis meyakini pengembang industri pertahanan Iran menciptakan UAV tersebut berdasar pada UAV AS yang dijatuhkan. Mundur kebelakang, pada Desember tahun lalu, media Iran melaporkan bahwa militernya di bagian timur berhasil menjatuhkan UAV RQ-170 milik AS, bahkan ini disiarkan langsung di televisi. Washington meminta kembali UAV-nya, namun Teheran menolak permintaan tersebut. UAV AS ini dilengkapi dengan sistem surveilans, radar dan komunikasi elektronik terbaru. Rumor yang beredar mengatakan penyebab jatuhnya UAV itu akibat serangan cyber dari intelijen Iran. 

NBC channel Amerika memberitakan bahwa RQ-170 digunakan oleh AS guna memperoleh informasi tentang fasilitas nuklir Iran. Isu yang beredar, setelah kejadian, Washington berniat mengirimkan unit khusus ke Iran guna merebut kembali UAV tersebut dan membawanya ke pangkalan militer AS. Namun, rencana itu dinilai penuh berisiko dan akhirnya dibatalkan.

Seperti halnya di negara lain, industri pertahanan Iran telah berkembang di berbagai bidang. Baru-baru ini, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa Angkatan Darat Iran telah memperoleh rudal jarak pendek darat-ke-darat model baru. Adalah rudal Fateh-110 yang waktu peluncurannya lebih cepat, jangkauan lebih jauh, dan tetap efektif digunakan bahkan dalam kondisi cuaca buruk.

Rudal Fateh-110 (Fateh="Penakluk") adalah murni senjata defensif, kata Ahmadinejad. Ahmadinejad mengatakan kepada para petinggi militernya bahwa Iran memodernisasi angkatan bersenjatanya tidak untuk tujuan agresif, tapi hanya sebagai antisipasi. "Kita melakukan ini bukan untuk meraih posisi dominan atau untuk memenangkan persaingan dengan negara-negara tetangga," kata Ahmadinejad dalam pidatonya. Dia juga memperkenalkan senjata modern lainnya, seperti mortir, sistem pelacakan baru yang dikembangkan oleh intelijen, dan mesin diesel untuk kapal-kapal perang.

Selain itu, Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi mengatakan bahwa ia bermaksud untuk melengkapi tentara Iran dengan jet tempur modern, rudal, kapal selam dan drone. Iran telah berusaha untuk mengembangkan program swasembada militer sejak tahun 1992. Pemimpin militer negara ini meyakini fakta yang mengatakan bahwa perang di masa depan akan dilakukan di udara dan di air. Oleh karena itu, Teheran meng-upgrade sendiri sistem pertahanan udaranya dan meningkatkan kekuatan armadanya.

Sulit untuk memverifikasi informasi tentang senjata-senjata baru Iran karena pemerintah Iran terus merahasiakan semua rincian teknis teknologi pertahanan mereka.
Bayangkan jika kami memiliki bom nuklir. Apa yang akan kami lakukan dengan itu? Apa wajar jika bertarung dengan lima ribu bom Amerika dengan satu bom
Setiap negara berusaha untuk mengembangkan militernya. Setiap negara akan berusaha untuk melindungi diri dan warganya apapun itu caranya. Iran tidak terkecuali, namun mengapa perhatian dunia terfokuskan pada negara ini, terutama, perhatian Amerika Serikat. Tentu, Washington tidak senang dengan peningkatan Angkatan Bersenjata Iran. Ada beberapa dugaan bahwa Republik Islam ini terkait dengan penciptaan senjata nuklir dan akhirnya sanksi dan embargo pun diberlakukan. Mari kita lihat apakah masalah tersebut dapat berkembang. Iran memandang Israel dan AS sebagai lawan potensial. Tidak menutup kemungkinan kedua negara itu menyerang Iran guna memusnahkan program nuklirnya yang tujuannya, menurut dunia internasional, adalah untuk memperoleh senjata nuklir. Politisi Amerika melakukan segala cara yang mereka bisa agar Iran tidak mampu menahan agresi Amerika Serikat dan Israel. Presiden Iran menanggapi hal tersebut dengan ini : "Bayangkan jika kami memiliki bom nuklir. Apa yang akan kami lakukan dengan itu? Apa wajar jika bertarung dengan lima ribu bom Amerika dengan satu bom?

Orang yang waras tidak akan berfikir serius terhadap Iran, bahkan jika Iran berhasil mengembangkan senjata nuklir, sama saja melakukan bunuh diri nasional dengan menggunakan 1 bom nuklir untuk menyerang negara yang memiliki senjata nuklir yang banyak (AS atau Israel). Sebuah tindakan yang sangat tidak rasional.

Tujuan dari kampanye AS ini adalah untuk membujuk dunia internasional untuk mendukung agresi dan mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Apa alasan sebenarnya di balik fakta bahwa pemerintah Amerika Serikat dan Israel begitu gencar mencegah republik Islam Iran mengembangkan nuklirnya?. Kehadiran senjata nuklir di Iran akan mencegah AS melakukan agresi. AS tidak ingin Iran menjadi kekuatan besar di Timur Tengah. Washington tidak rela membiarkan Teheran memperoleh senjata nuklir, jika tidak, maka  AS akan kehilangan pengaruh atas wilayah tersebut.
Kehadiran senjata nuklir di sebuah negara dapat mencegah/menghalangi agresi dari negara-negara lain (seperti kasus Iran, AS dan Israel). AS menganggap jika Iran telah memiliki senjata nuklir, maka dengan mudah Iran meningkatkan pengaruhnya pada negara-negara lain di kawasan itu, dan AS tidak akan membiarkan hal itu terjadi dengan menyebarkan analisa-analisa menyeramkan tentang program nuklir Teheran.

"Kita perlu untuk menyerang fasilitas nuklir Iran," Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak baru-baru ini mengatakan kepada surat kabar Inggris The Daily Telegraph. Kepala Kementerian Pertahanan itu yakin bahwa serangan pre-emptive akan menjadi pilihan terbaik daripada pengeboman setelah Teheran memperoleh bom nuklir. Rencana tindakan dini Israel ini tidak di "amini" oleh Barack Obama. Obama belum menyinggung tentang operasi militer, namun masih mencoba mengatasi masalah tersebut dengan memberlakukan sanksi dan embargo terhadap Iran dengan harapan Iran membatalkan program senjata nuklirnya.

Sumber: http://www.artileri.org

PUNA, Pesawat Nir Awak Canggih Buatan Indonesia


Puna Wulung
Petugas mengoperasikan PUNA Wulung saat uji coba di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2012
(Yasin Habibi/Republika)
Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Indonesia yang merupakan hasil pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan yang bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), telah diuji coba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2012.  
Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau biasa disebut drone itu diberi nama Wulung. PUNA jenis ini telah dibuat oleh Balitbang Kemenhan dan BPPT sebanyak lima unit. Yang terdiri dari Puna Sriti, Puna Alap-alap, Puna Pelatuk, Puna Gagak, dan Puna Wulung. Semua PUNA diproyeksikan untuk memperkuat kekuatan dan daya tempur TNI khususnya TNI Angkatan Udara - Pembentukan Skuadron PTTA/PUNA TNI AU.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang juga ikut menyaksikan uji coba terbang Puna Wulung, mengatakan bahwa  pesawat PUNA ini masih terus dalam pengembangan. Dilanjutkan Purnomo, pesawat ini memiliki berbagai kelebihan, di antaranya dapat difungsikan sebagai pemantau dari udara karena pesawat ini dilengkapi kamera.
"Selain itu pesawat ini dapat digunakan juga untuk kepentingan sipil, seperti penanganan kebakaran hutan untuk membawa air hujan buatan," kata Purnomo dalam jumpa pers di Base Operasional Pangkalan TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur di waktu yang sama.
"PUNA mampu terbang selama 4 jam tanpa henti. Jarak tempuh yang maksimalnya 70 km, dengan kecepatan jelajah 52 hingga 69 knot"
Puna Wulung menggunakan mesin 2 tak. Untuk memperoleh tenaga yang optimal, bahan bakar yang digunakan dipilih dari jenis pertamax. Bahan material pesawat ini terbuat dari bahan komposit (komposisi serat kaca, fiber, karbon), sehingga menghasilkan struktur pesawat yang ringan.

PUNA mampu terbang selama 4 jam tanpa henti. Jarak tempuh yang maksimalnya 70 km, dengan kecepatan jelajah 52 hingga 69 knot. Puna Wulung bisa dikendalikan dari jarak 73 km dengan menggunakan kendali jarak jauh (remote control).
Selain Menhan yang berkomentar soal kemampuan PUNA Indonesia ini, peneliti BPPT, Adrian Zulkifli mengatakan Puna Wulung mampu terbang hingga ketinggian 12 ribu kaki (lebih kurang 4 km). "Yang sudah diujikan sejauh (setinggi) 8.000 kaki. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat lima pesawat ini sekitar Rp6 miliar hingga Rp8 miliar," Adrian melanjutkan.


PUNA akan Diproyeksikan untuk TNI AU
Menurut Purnomo, PUNA autopilot ini bisa dipergunakan untuk kepentingan militer, khususnya pengamatan wilayah (Surveilance) dari udara karena telah dilengkapi dengan kamera canggih untuk memproyeksikan medan. Bahkan  fungsinya dapat menggantikan pesawat tempur yaitu menjadi Unmaned Combat Aerial Vehicle (UAV).

Keberhasilan pengembangan pesawat PUNA, lanjutnya, juga memiliki banyak keuntungan. Di antaranya memiliki nilai ekonomis tinggi, mengurangi ketergantungan pada negara-negara produsen yang selama ini menjadi pemasok alutsista TNI. Sifatnya juga fleksibel dalam pengembangan, meningkatkan peran industri dalam negeri serta dalam keadaan darurat dapat dioperasionalkan secara mandiri.
 
Vivanews 

India Beli 189 Jet Tempur Rafale


Rafale
Rafale. (Foto:defense.gouv.fr)
ARTILERI - India berkemungkinan besar akan membeli hingga 189 jet tempur Rafale dari Prancis. Jumlah ini merupakan penambahan 63 Rafale dari order yang diajukan India sebelumnya yaitu 126 Rafale. Kemungkinan penambahan ini terkait kunjungan Menteri Luar Negeri India Salman Khurshid ke Paris pekan lalu. Saat ini Prancis menggunakan Rafale untuk mengebom gerilyawan di Mali.
"Ada opsi untuk menambah 63 pesawat dari kontrak sebelumnya dengan kontrak terpisah, segera akan ditandatangani," ujar seorang sumber di Kementerian Luar Negeri India. "Saat ini kontrak untuk pengadaan Rafale adalah 126 pesawat, tapi kita berbicara tentang tingkat lanjut."
Kompetensi India yang besar atas peningkatan kekuatan Angkatan Udaranya pasti akan menimbulkan kekhawatiran pada negara tetangganya Pakistan, mengingat ketegangan antara kedua negara telah berlangsung sejak lama.
Pers India memperkirakan nilai kesepakatan untuk 126 Rafale adalah sebesar 12 miliar dolar Amerika (9 miliar euro). Penambahan 63 Rafale atau sebesar 50 % dari order sebelumnya akan menjadikan nilai kontrak sebesar 18 miliar dolar, sebuah motivasi besar untuk kelangsungan hidup industri pertahanan Prancis yang sedang berjuang untuk tetap eksis, meskipun hal ini juga memberi keuntungan yang besar bagi India karena adanya proses transfer teknologi (ToT).
New Delhi disetujui oleh Dassault Aviation Prancis (produsen Rafale) untuk melengkapi Angkatan Udaranya dengan jet tempur Rafale pada bulan Januari 2012 lalu. Berdasarkan perjanjian pertama di atas meja, 18 Rafale yang pertama akan dibangun di Prancis, selebihnya 108 Rafale akan dirakit sendiri oleh pabrikan pertahanan India Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) di selatan kota Bangalore.
"Pesawat pertama akan dikirimkan tiga tahun sejak penandatangan kontrak," tambah sumber tersebut. Seorang analis industri kedirgantaraan mengatakan pengiriman dengan jeda waktu yang cukup lama dari penandatanganan kontrak tersebut terkait permintaan India untuk Rafale dua-kursi daripada model satu kursi yang diproduksi Rafale saat ini.
Rafale
Rafale. (Foto:indiandefence.com)
India menegaskan bahwa kesepakatan itu termasuk transfer teknologi yang signifikan selain memberikan keuntungan besar bagi industri pertahanan India. "Saat ini negosisasi berjalan sangat baik," tambah sumber tersebut. Kesimpulan kesepakatan sempat beberapa kali tertunda, India awalnya menetapkan target pada akhir tahun lalu, lalu merosot hingga Maret 2013.
Sumber di pertahanan Prancis mengatakan pekan lalu bahwa hal itu tidak mungkin terpenuhi, namun India menyuarakan kepercayaannya dan akhirnya hal itu akan dilakukan, lobi yang baik dari Khursid saat kunjungannya ke Paris. "Kita tahu anggur Prancis yang baik membutuhkan waktu yang lama dalam penyimpanannya, begitu pula kontrak yang baik," kata Khursid usai mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius.
"Keputusan mengenai rincian kontrak akan diputuskan, hanya tinggal menunggu waktu." "Dassault dan pemerintah Prancis berharap pembelian India ini akan memberikan pengaruh positif bagi pembeli potensial lain seprti Brasil yang berminat untuk 36 pesawat, Kanada, Malaysia dan Uni Emirat Arab."
Jet tempur Rafale pertama kali digunakan dalam pertempuran sesungguhnya saat kampanye NATO yang dipimpin Prancis untuk menggulingkan diktator Libya Muammar Kadhafi pada 2011 dan Rafale juga telah berpartisipasi di konflik Mali sejak akhir pekan lalu.

Sumber: http://www.artileri.org

TNI Kerahkan Scorpion ke Perbatasan Malaysia


Tank ScorpionTNI AD
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman mengatakan tank-tank Scorpion akan menjaga kawasan perbatasan RI-Malaysia sepanjang 1.600 km di wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Perbatasan sepanjang 1.600 km itu akan dikawal tank-tank Scorpion.
Menurut Dicky, tank Scorpion cocok untuk menjaga perbatasan karena bisa bermanuver dengan cepat. Dibandingkan dengan Leopard, Scorpion dan AMX adalah tank ringan dengan bobot hanya 25 ton.

"Kami tempatkan juga di Kutai Barat selain di Bulungan, Kalimantan Utara," katadia. Tank-tank Scorpion tersebut akan tiba pada pertengahan tahun nanti. TNI AD yang punya 50 unit sedang mempersiapkan pengirimannya dari Jawa.
Awalnya, pemerintah berencana menempatkan Tank Leopard di Bulungan, Kalimantan Utara, dan di Kalimantan Barat, masing-masing satu batalion kavaleri dengan 44 tank. "Sebagai gantinya, kita tempatkan 2 kompi Scorpion," lanjut Panglima. Scorpion tersebut diperkuat dengan satu kompi tank AMX 13.

"Tank Leopard masih ditempatkan di Pulau Jawa," kata Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di Balikpapan, Senin (7/1).

Tank Leopard 2A6 adalah pembelian alat utama sistem senjata baru TNI, merupakan tank tempur utama (main battle tank atau MBT) dengan bobot hingga 62 ton. Sebanyak 100 Leopard 2A6 dibeli langsung dari pabriknya di Jerman dengan harga total AS$ 280 juta dolar.
Kembali ke Scorpion, tank ini adalah tank ringan buatan Inggris. Bodinya bukan dari baja, tetapi dari aluminium aloy, bahan yang banyak digunakan untuk peralatan keselamatan dan petualangan seperti karabiner.

Dengan ketebalan bodi 12,7 mm, Scorpion sanggup menghadang peluru 7,62 mm yang ditembakkan dari jarak 12 meter, atau peluru kaliber 105 yang dilepaskan dari jarak 30 meter. Bodi Scorpion juga tahan dari pecahan bahan peledak berdaya ledak tinggi (high explosive) untuk melindungi personel yang diangkutnya.

Awaknya cukup 3 prajurit. Pada Scorpion TNI-AD, senjata utamanya adalah meriam Cockerill 90 mm buatan Belgia yang lebih ampuh dari meriam aslinya, L23A1 76 mm. Scorpion juga menyandang senapan mesin koaksial 7,62 mm, dan juga bisa ditambah misil anti-tank. Dengan kecepatan maksimal 80 km per jam, Scorpion di Bulungan bisa mencapai Simenggaris di garis batas dengan Sabah, Malaysia, kurang dari 4 jam bila ngebut tanpa henti.

TNI juga menempatkan peluncur rudal MLRS Astros II (multi launching rocket system) di Berau untuk mengamankan Kutai Barat di barat dan Nunukan di timur. "Itu juga sudah meng-cover perbatasan," kata Panglima.

Dengan demikian, Panglima menjelaskan alutsista TNI diperbatasan mampu mengimbangi kekuatan tempur negara tetangga, ditambah lagi dengan penambahan sejumlah panser Anoa di Samarinda yang akan memudahkan mobilisasi personel pasukan.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi pelanggaran batas wilayah di jalur darat, termasuk penyelundupan barang terlarang seperti narkoba, Kodam VI Mulawarman menambah 12 pos baru pengamanan perbatasan.

"Jadi kita ada 29 pemantauan perbatasan. Tahun 2012 tambah dua, pada 2013 tambah 6 sampai 12 lah. Posisi pemantauan ini kita buat rapat utamanya di area blank spot, dari Long Apung ke barat sampai Datah Dawai," demikian Panglima.
Sumber : ANTARA 

Angkatan Laut Rusia Tambah 80 Kapal Pendukung


Tugboat Angkatan Laut Rusia

ARTILERI - Angkatan Laut Rusia akan menerima 80 kapal support (pendukung) dalam tiga tahun kedepan, dikatakan RIA Novosti mengutip Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Minggu (6/1).
Petinggi Angkatan Laut Rusia mengatakan kapal support dari berbagai jenis dan kelas, dan kapal auxiliary (bantu) akan meningkatkan efektivitas kinerja Angkatan Laut Rusia di semua bidang tanggung jawab.
Kapal-kapal yang akan diterima ini terdiri dari tugboat (kapal tunda), kapal patroli, diving boat, platform penyelamatan dan modul pencarian dan floating crane, kata kementerian tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan pada Kamis (3/1), bahwa Angkatan Laut Rusia akan mendapatkan lebih dari 50 kapal perang baru pada tahun 2016, termasuk kapal selam nuklir strategis dan kapal dukungan untuk operasi khusus.
Rusia saat ini tengah menjalankan program modernisasi persenjataan secara besar-besaran, dengan dana sebesar 660 miliar dolar yang akan dihabiskan untuk pengadaan senjata hingga tahun 2020, seperti yang dinyatakan Kementerian Pertahanan Rusia.

Sumber: http://www.artileri.org

RI-Belarusia Produksi Bersama Sistem Senjata Panser Anoa



RI-Belarusia Produksi Bersama Sistem Senjata Panser Anoa
Presiden SBY dan Presiden Lukashenko memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Selasa (19/3) sore.
Indonesia akan bekerjasama dengan Belarusia untuk memproduksi bersama remote system (sistem kendali) untuk senjata yang akan dipasangkan di Panser buatan PT Pindad "Anoa." Hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro. Kerjasama ini dipayungi dalam nota kesepakatan bersama yang ditandatangi oleh Menhan dan Ketua Komite Industri Militer Belarusia Sergei Burulev di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2013.
Purnomo mengatakan bahwa selama ini remote control ini dibeli dari Belarusia, dengan adanya kerjasama ini, maka Indonesia dan Belarusia dapat memproduksinya bersama-sama. "Jadi nilai tambah untuk kita, kita bisa buka lapangan kerja, investasi bersama," ujar Purnomo.

Selain itu, menurut Purnomo, peningkatan kerja sama untuk industri pertahanan ke depan akan lebih ditingkatkan. Selain produksi bersama remote weapon control system, menurut Purnomo juga dapat ditingkatkan untuk produksi kendaraan angkut tank yang dapat mengangkut dua tank dan anti tank guide mission.

Ia menambahkan, Belarusia memiliki kemampuan penguasaan dalam teknologi senjata sebagai salah satu pecahan (eks. jajahan) dari Uni Soviet. "Jadi dulu sebelum Uni Soviet pecah, ada industrinya itu di berbagai tempat. Nah di Belarus ini ada juga industri pertahanan mereka," katanya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Pindad Adik A Soedarsono mengatakan, remote control yang akan diproduksi tersebut akan diaplikasikan di Panser Anoa sehingga dapat mengendalikan senjata dari dalam Panser. "Jadi nanti di Anoa itu tidak usah ada orang di atasnya. Itu produksinya di Pindad," katanya.
Kunjungan Ketua Komite Industri Militer Belarusia ini ke Indonesia mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dari tanggal 18 hingga 20 Maret 2013. Sebelumnya Ketua Komite Industri Militer Belarusia mengunjungi kantor Kemhan guna membicarakan topik yang sama yaitu penjajakan kerjasama bidang industri pertahanan.
Sumber : Antara 

TNI AD Terima Rudal Anti Tank NLAW


TNI AD Terima Rudal Anti Tank NLAW
Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD mengonfirmasi telah melaksanakan kegiatan uji terima Rudal Pandu Anti Tank (Anti Tank Guide Missile) NLAW (Next Generation Light Antitank Weapon) di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Bandung Barat, 20 Maret 2013. Dihadiri oleh pejabat dari jajaran TNI AD yang berkaitan langsung dengan uji terima ATGM yang berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Uji Terima ATGM ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan Alutsista Satuan Batalyon Infanteri jajaran TNI Angkatan Darat, dengan demikian satuan Infanteri jajaran TNI Angkatan Darat memiliki daya tempur yang sangat tinggi dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.
TNI AD Terima Rudal Anti Tank NLAW
Berbicara mengenai ATGM NLAW, rudal anti tank ini dikembangkan oleh Saab Dynamics (sebelumnya Bofors) Swedia bekerjasama dengan Inggris yang dirancang untuk mengalahkan tank tempur utama (MBT) dengan sekali tembak. Saat ini, pengguna anti tank NLAW adalah Inggris, Finlandia, Luxemburg dan Swedia sendiri. Indonesia sendiri memesan ATGM ini pada kuartal ketiga tahun lalu.
Keunggulan dari ATGM NLAW adalah cukup dioperasikan seorang prajurit, mudah dipelajari dan dioperasikan, bebas perawatan dan mampu tetap digunakan dalam lingkungan ekstrim dan cocok untuk unit kecil yang ingin melengkapi dirinya dengan penghancur MBT dalam sekali tembak.
 Fitur ATGM NLAW
  • Dioperasikan oleh seorang prajurit (non-expert).
  • Rudal anti tank terintegrasi dengan peluncur reloadable 
  • Fire & forget
  • Modus tembak OTA (Overflying Top Attack) dan DA (Direct Attack)
  • Un-jammable proximity fuze
  • SSKP (Single Shot Kill Probability) tinggi.
  • Kemampuan Night vision
  • Bisa dioperasikan di ruangan terbatas/sempit.
  • Bebas perawatan
  • Di desain untuk digunakan di semua lingkungan dan iklim.
Karakteristik ATGM NLAW
  • Berat 12.5 kg (termasuk atgm berbobot ringan)
  • Panjang 1016 mm
  • Jangkauan 20-600m
  • Hulu ledak Single shape charge
  • Persiapan tembak 5 detik
  • Insensitive munition
  • Kaliber 115/150 mm
  • Kecepatan awal 40m/dtk dan kecepatan maksimum subsonik
  • Optical sight 2.5x magnification Sighting System
  • Red dot sight
  • NVG- compatible
  • Usia pakai (simpan) 20 tahun.
  • Temperatur operasional -38 hingga +63 ÂșC
  • PLOS (Predicted Line Of Sight) Guidance

Tidak disebutkan berapa peluncur dan rudal yang diterima, dan satu yang disayangkan, jangkauan ATGM ini tidak jauh. Dalam beberapa kondisi, hal ini kurang menguntungkan mengingat operator harus berada pada jarak yang dekat dengan target, jarak yang cukup beresiko untuk hit maupun run. Namun tetap cocok untuk digunakan saat perang kota atau di daerah perbukitan. Selanjutnya, kita tunggu realisasi pembelian ATGM Javelin.

Sumber: http://www.artileri.org