Senin, 18 Maret 2013

700 Prajurit TNI Dikirim Menjaga Perbatasan Indonesia-Papua Nugini


Perbatasan Indonesia-Papua Nugini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Perbatasan Indonesia-Papua Nugini







Pasukan satuan tugas pengamanan diberangkatkan ke perbatasan negara Indonesia dan Papua Nugini untuk menggantikan pasukan yang bertugas sebelumnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Satgas pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang diberangkatkan ini berasal dari Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 762 / Tamalatea, Kodam VII/Wirabuana," ujar Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal Muhammad Nizam di Makassar, Minggu (3/2/2013).


Pasukan pengamanan perbatasan tersebut diberangkatkan ke Papua dari Dermaga Markas Komando Pangkalan TNI-AL (Lantamal) VI dengan disaksikan Pangdam VII/Wirabuana serta sejumlah Panglima Komando Utama (Pangkotama).


Nizam meminta kepada prajurit yang akan bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini agar menjunjung tinggi kehormatan dan kepercayaan negara yang diemban melalui unjuk prestasi kinerja dan dedikasi yang tinggi dengan tetap memperhatikan prosedur tetap. Prajurit juga harus memegang pedoman tugas di antaranya adalah memelihara dan meningkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan dalam diri masing-masing prajurit bahwa tugas yang diberikan merupakan kehormatan, kebanggaan, dan harga diri. "Oleh karena itu laksanakan tugas dengan penuh kedisiplinan dan dedikasi tinggi serta loyalitas sesuai jatidiri dan identitas prajurit Sapta Marga sejati," tegasnya.


Khusus kepada komandan satgas pengamanan perbatasan, kata dia, diperintahkan untuk memahami analisa daerah operasi dan kecenderungannya serta mekanisme serta prosedur pelibatan yang berlaku karena penting untuk keberhasilan pelaksanaan tugas satuan di tiap perbatasan. Menurut dia, adanya isu gangguan dari kelompok separatis yang memanfaatkan wilayah perbatasan Papua Nugini sebagai basis perlindungan, baik sebagai wilayah pelarian maupun sebagai basis tuntutan pemisahan diri dari NKRI harus diwaspadai. "Kelompok separatis memanfaatkan kesenjangan di daerah daerah yang tidak terawasi untuk mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI," katanya.


Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Brigjen Syahrul Mamma yang menjadi inspektur upacara juga memberikan arahan kepada pasukan pengamanan NKRI tersebut. Dia mengingatkan kepada 700 personel pasukan tersebut untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, ia juga meminta agar tetap waspada dalam setiap menjalankan tugas. "Ini adalah tugas negara yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi. Selain membawa nama negara, para prajurit juga harus pandai menjaga diri karena keluarga anda masih menantikan," jelas Syahrul.


www.metrotvnews.com

1.560 Prajurit TNI Disiagakan Di Perbatasan Kalimantan Untuk Antisipasi Konflik Malaysia Vs Kesultanan Sulu Filipina


Kodam VI/Mulawarman. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kodam VI/Mulawarman


Sebanyak 1.560 prajurit TNI dari Kodam VI/Mulawarman ditempatkan di pos-pos wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pihak-pihak luar terkait terkait konflik antara Malaysia dengan pasukan Kerajaan Sulu Filipina. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam VI) Mulawarman, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman SIP MSi di Sangatta, Jumat, mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan menempatkan pasukan di pos-pos perbatasan lengkap dengan berpakaian siap tempur. "Itu saya proyeksikan dan pasukan cadangan sudah saya siapkan di wilayah perbatasan sebanyak dua Batalion, untuk mengantisipasi kemungkinan masuk ke wilayah Indonesia," katanya.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman SIP MSi dalam jumpa pers di Sangatta, mengungkapkan di sana pasukan TNI sebanyak 560 orang itu ditempatkan di perbatasan dan yang siaga 2 Batalion atau sekitar 1.000 orang, jadi seluruhnya 1.560 personel. Menurut Panglima, situasi dan kondisi saat ini di wilayah perbatasan masih aman dan tidak ada tanda-tanda mereka mau masuk ke wilayah Indonesia. Panglima menegaskan Indonesia khususnya TNI, tidak ingin melibatkan diri di Sabah, Malaysia. "Kita menghargai mereka untuk menyelesaikannya, itu urusan mereka Malaysia dengan Kerajaan Sulu Filipina," tegas Mayjen TNI Dicky W Usman.

Dikatakannya, sejauh ini Mabes TNI belum mengirimkan tambahan pasukan untuk membantu pengamanan di wilayah perbatasan, dan saat ini dinilai tidak perlu ada tambahan. Pasukan TNI Kodam VI/Mulawarman siap siaga penuh menjaga dan mengamankan kedaulatan negara khususnya diwilayah perbatasan. "Saya kira belum diperlukan bantuan dari Mabes TNI, karena saya yang ditugaskan tetap menjaga wilayah. Karena kita yakin dengan kompartemen strategis Kodam VI/Mulawarman yang menggelar kekuatannya akan cukup," tegasnya.

Kehadiran Panglima Mayjen TNI Dicky Wainal Usman SIP MSi di Kutai Timur dalam rangka Kunjungan Kerja ke tiga daerah, yakni Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur serta Kabupaten Berau.

www.antaranews.com

Konflik Kesultanan Sulu Vs Malaysia Masih Berlanjut, KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) Perketat Patroli Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia


KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355)




KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, mendapatkan perintah untuk meningkatkan patroli di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia menyusul terjadinya konflik di Sabah, Malaysia. Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) Letkol Laut Kemas Muhammad Ikwan di Nunukan, Rabu, menjelaskan keberadaan kapal tersebut merupakan penugasan rutin menjaga keamanan laut di wilayah perbatasan bersama dengan lima KRI lainnya. "Kami berada di sini, sebagaimana tugas rutin TNI AL menjaga perairan perbatasan," ujarnya. 


Ia menambahkan, berkaitan dengan dinamika yang terjadi di Sabah antara pasukan Kesultanan Sulu Filipina dengan pemerintah Malaysia maka patroli kali ini lebih ditingkatkan. Selama menggelar patroli rutin di perairan perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kemas mengakui belum menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan Indonesia sebagai dampak dari konflik Sabah tersebut. "Sejak terjadi dinamika di Sabah kami mendapatkan perintah dari atasan agar patroli lebih ditingkatkan. Namun selama kejadian di negara tetangga tersebut belum menemukan hal-hal yang sangat berarti sebagi dampak dari konflik di negara tetangga," kata Kemas di KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), salah satu kapal perang yang disiagakan di wilayah perbatasan dengan Malaysia tersebut. 


Walaupun demikian, dia mengatakan tetap waspada dan mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan yang mungkin saja bisa terjadi misalnya eksodus TKI dari Sabah. Kemas menambahkan, KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) hampir dua bulan menggelar patroli rutin di laut termasuk di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di perairan Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah Malaysia tersebut. Menurutnya, selain KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) terdapat lima kapal perang lainnya yang siaga di sekitar wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan. "Jadi, terdapat enam kapal (perang) yang disiagakan saat ini yang semuanya berada di sekitar wilayah perairan Kabupaten Nunukan. Tapi tidak ditempatkan pada satu titik," ungkapnya. 


Selama patroli tersebut, lanjut Kemas, KRI yang dilengkapi dengan persenjataan canggih buatan China ini mobile melakukan deteksi terhadap segala kemungkinan yang mengganggu keamanan di perairan khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Ambang Batas Laut (Ambalat) Kabupaten Nunukan. Meskipun tidak ada kejadian serius yang dianggap dapat mengganggu keamanan wilayah perbatasan di laut, namun Kemas mengakui bahwa seringkali menemukan kapal yang berusaha merapat ke zona terlarang di wilayah perbatasan. "Memang selama menggelar patroli seringkali menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan di wilayah perbatasan laut kita dengan Malaysia tetapi tidak menjurus pada indikasi pelanggaran hukum. Jadi kita sempat memeriksa semuanya," ujarnya. 


KRI tersebut merupakan jenis pengawal komvoi kapal perang yang didesain untuk mengantisipasi ancaman pada tiga dimensi, kata Kemas lagi. "KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) ini didesain khusus untuk mengantisipasi ancaman tiga dimensi dengan menggunakan peralatan perpaduan teknologi dan kejelian operator," katanya. 


www.antarakaltim.com

KRI Ahmad Yani (351), Kapal Perang Jenis Fregat Milik TNI-AL


KRI Ahmad Yani (351). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Ahmad Yani (351)
KRI Ahmad Yani (351) merupakan kapal pertama dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Jendral Ahmad Yani, salah seorang Pahlawan Revolusi. KRI Ahmad Yani merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Van Speijk F804) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. 

Kapal perang KRI Ahmad Yani (351) bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari desain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde, Vlissingen, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Surface to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat. Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Ahmad Yani kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur. 

KRI Ahmad Yani (351) memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut. 

KRI Ahmad Yani (351) dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 Km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 Kg. 
4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal. 
1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara. 
2 Senapan mesin 12.7mm 
12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan. KRI Ahmad Yani (351) diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

KRI Ahmad Yani (351) memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

wikipedia.org

Jamaran II, Kapal Perang Destroyer Terbaru Buatan Iran Siap Diluncurkan


Jamaran Class, kapal destroyer buatan Iran. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jamaran Class, kapal destroyer buatan Iran


Iran siap meluncurkan Jamaran II, kapal penghancur buatan dalam negeri di Laut Kaspia pada hari Minggu (17/3/2013) di hadapan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Jamaran II (Velayat), kapal perang wave-class, telah dirancang dan diproduksi oleh para ahli di Kementerian Pertahanan Iran dan memiliki state-of-the-art peralatan navigasi dan sistem pertahanan yang kompleks. Destroyer (kapal penghancur) Jamaran II adalah simbol dari kemampuan Republik Islam dan kekuatan menyampaikan pesan perdamaian serta persahabatan negara ke Laut Kaspia.

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi juga akan menghadiri upacara untuk meluncurkan kapal perang tersebut. Jamaran II secara resmi akan bergabung dengan armada Angkatan Laut Iran dalam 6 bulan ke depan setelah selesainya tes akhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer dan sistem penting. Angkatan Laut Iran meluncurkan destroyer dalam negeri Sahand di pelabuhan selatan Bandar Abbas pada 8 September 2012 bersama kapal selam super berat yang dirombak Tareq 901. Angkatan Laut Iran meluncurkan kapal penghancur pertamanya, Jamaran, di perairan Teluk Persia pada bulan Februari 2010. Kapal dengan berat 1420 ton ini dilengkapi dengan sistem radar modern dan kemampuan perang elektronik lainnya.

Teheran telah berulang kali meyakinkan negara lain bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, dan bersikeras bahwa doktrin pertahanan Republik Islam Iran sepenuhnya didasarkan pada pencegahan. 

www.wartanews.com

PD-100 Black Hornet, Helikopter UAV Pengintai Berukuran Super Mini Andalan Pasukan Inggris Di Afghanistan


PD-100 Black Hornet. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
PD-100 Black Hornet




Pasukan Inggris yang bertugas di Afghanistan telah menjadi yang pertama mengoperasikan pesawat helikopter UAV pengintai dengan ukuran yang sangat kecil. Helikopter UAV pengintai yang disebut PD-100 Black Hornet itu memiliki ukuran panjang 10 cm, lebar 2,5 cm, dan berbobot hanya 16 gram. Helikopter mini ini diterbangkan dengan menyusuri sudut-sudut atau celah-celah bangunan untuk mengindentifikasi potensi bahaya yang tersembunyi. 

PD-100 Black Hornet dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Prox Dinamics yang berbasis di Norwegia. Helikopter berukuran mini ini dilengkapi kamera kecil dan video relay yang mengirimkan gambar ke terminal kontrol genggam. PD-100 Black Hornet cukup mudah dikendalikan dan mampu diterbangkan dalam lingkungan yang ekstrim dan kondisi berangin. Benda terbang kecil ini sudah digunakan di Afghanistan sejak tahun 2012 lalu.

PD-100 Black Hornet dapat dikendalikan menggunakan remote control dan dapat juga terbang secara mandiri mengikuti program jalur koordinat dengan menggunakan GPS. Pesawat UAV ukuran kecil ini digerakkan menggunakan baterai, memiliki kemampuan terbang hingga sejauh 800 meter dengan kecepatan maksimal 35 km/jam. Durasi terbangnya mencapai hingga 30 menit.

Pesawat mini ini digunakan untuk mengintai posisi pejuang Taliban yang bersembunyi juga posisi peralatan tempur mereka pada medan pertempuran darat.

www.bbc.co.uk 

Mil Mi-17 Hip, Helikopter Angkut Militer Kelas Menengah Buatan Rusia


Mil Mi-17 (juga dikenal sebagai seri Mi-8M di kedinasan Rusia) adalah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia . Saat ini helikopter ini diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Indonesia juga mempunyai beberapa Mil Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD.


Dikembangkan dari rangka dasar Mi-8, Mi-17 dipasangi dengan mesin TV3-117MT yang lebih besar, rotor, dan transmisi yang dikembangkan untuk Mi-14, bersama dengan pengembangan badan pesawat untuk muatan lebih berat. Pilihan mesin untuk kondisi "panas dan tinggi" adalah mesin Isotov TV3-117VM berdaya 1545kW (2070 shp). Ekspor baru-baru ini ke China dan Venezuela untuk penggunaan di pegunungan tinggi dilengkapi dengan mesin baru versi VK-2500 dan kontrol FADEC.


Penamaan Mi-17 adalah untuk versi ekspor; Angkatan Bersenjata Rusia menyebut helikopter ini dengan nama Mi-8MT.


Produsen : Kazan Helicopter Plant (Russia)
Type : Helikopter militer serba guna
Penerbangan perdana : 1970
Publikasi perdana : 1970


Spesifikasi Helikopter Mil Mi-17 Hip


Karakteristik Umum :
Crew: 3; 2 orang pilot dan 1 orang teknisi
Kapasitas angkut: 4.000 kg kargo internal atau 5.000 kg kargo eksternal
Panjang: 18.465 m
Diameter Rotor: 21.25 m
Tinggi: 4.76 m
Luas Disc area: 356 m²
Berat kosong: 7.489 kg
Berat angkut: 11.100 kg
Berat maksimum lepas landas: 13.000 kg
Mesin penggerak utama: 2 Unit Klimov TV3-117VM turboshafts, masing-masing 1.633 kW (2.190 shp)
Kinerja :
Kecepatan maksimum: 250 km/h (135 knots, 155 mph)
Jarak jangkau: 465 km (251 nmi, 289 mi)
Service ceiling: 6.000 m
Kecepatan panjat: 8 m/detik
Persenjataan :
Daya angkut 1.500 kg persenjataan termasuk bom, roket, dan misil pada 6 cantelan persenjataan eksternal.
Sumber: Wikipedia.org